Selasa, 26 Maret 2013

PEMUDA KEREN

Masih pagi, tapi suasana sekolah sudah mulaI ramai. Seperti biasa, aku memilih sarapan di sekolah daripada di rumah. Bukan apa-apa, ketika pagi aku selalu berpacu dengan waktu, jika telat berangkat maka bersiap-siaplah menghadapi macet. Anak-anak dan suami tentu sudah sarapan,mereka adalah prioritas. Aku lebih konsentrasi mempersiapkan semua; memasukkan semua peralatan keseharian ke mobil. Mulai dari tas ngaji si bungsu, pakaian ganti dan seragam madrasahnya juga bekal makan siang. Tak ketinggalan tas segala macam charger dan si Cepi (note book tercinta) tentu saja.
Seperti biasa, jika sarapan terlalu siang aku juga akan kleyengan alias pusing. Makanya, begitu sampai aku langsung sarapan. Menu andalan adalah segelas cappuccino dan sepotong roti bakar; menu yang membuat berat badan cepat naik . Tapi, pagi ini ada sesuatu yang lain. Seorang siswa berseragam abu-abu muncul di ruang guru. Kulitnya coklat, bermata terang dan bertubuh gempal. Dia membawa plastic kresek hitam besar, wajahnya penuh semangat. Aneh, beberapa teman langsung mengerubunginya, seperti semut menghampiri gula. Duhaaai..ternyata si pemuda membawa bungkusan mie goreng yang disiram kuah pecal, eheemm.
“Ayo, Ibu sarapan…” yups! Bahasa yang santun, senyum yang mengembang tujuh senti. Aku ditawari teman ambil satu bungkus. Si pemuda menyiram mie yang bungkusannya sudah kupegang dengan senang.
“Kamu yang jualan?” tanyaku basa-basi, kan enggak mungkin si Lili yang jual, hihihi.
“Iya, Bu”
“Calon orang sukses, nih!”
“Iya, Bu. Wira usaha, hehe,”
“Mie-nya enak. Salam buat ibu kamu, ya?”
“Iya, Bu.”
“Jangan malu dagang, ya? Yang kaya tuh pedagang, bukan pegawai,” lho? Basi banget, kan dia memang enggak malu, heleehh
“Amiin, makasih Ibu,” kembali bibir itu mengembang, kali ini malah sepuluh senti.
Sementara ia melayani kami, para guru. Aku terus memperhatikannya (sambil makan). Pemuda yang luar biasa, tidak malu atau gengsi. Alangkah bahagia orangtua yang telah membesarkannya. Memiliki seorang anak yang berjuang untuk masa depannya, hidup yang telah ditulis berupa skema sistematis dan perencanaan yang matang. Jujur, wajah coklat itu sangat terang benderang. Aura terpancar dari sebuah ketulusan, rasa syukur dan kasih sayang. Seorang pemuda keren dari SMA Darussalam, ah! Aku tak sempat bertanya siapa namanya. Aku terpesona.

Jumat, 22 Maret 2013

KISAH BLOG HARI INI

Siang menjelang sore, hari Jum'at, teman-teman kantor sudah pulang dan jadwalnya beristirahat. But what about me?, yeeeaaa....! aku harus stay sampe sore, nungguin si bungsu pulang Madrasah. Hmmm...baiklah, its oke dan aku menikmati rutinitasku. Pergi gelap awal, dan pulang gelap kemudian. Apa yang kulakukan untuk mengisi waktu? (hari ini tugas agak lengang, jadi bisa santai sebentar). Oke, agaknya aku perlu membenahi blog yang teramat sangat sederhana ini. Haii..aku mulai browser cari templet yang keren dan olaalaa..dapat, bro! Nah, mulai deh cari templet yang agaknya "aku" banget, download dan ngikutin instruksi dari blog teman yang keren dan bisa bantu "ngajarin". But? hiks..:( waktu mau edit HTML, di klik enggak bisa-bisa. Dasar! komputer jadul (sorry). Lima belas menit dicoba enggak juga bisa, menyerah bukan tipeku. Baiklah, kulangkahkan kaki ke lantai tiga tempat lab komputer berada. Alhamdulillah, di siang yang sunyi masih ada guru TIK. Aku bersyukur dan nongkrong sebentar di lab yang full AC dan nyaman. Aku mulai merengek-rengek pada Dira yang sedang desain brosur penerimaan siswa baru. "Bantu saya ya, Dira?" "Ada apa, Bu?" "Bantu saya benahin blog, masa sih? udah dua tahun lebih masih gitu-gitu aja. Ketahuan kalo saya ini gaptek, hehehe.." kupasang wajah memelas, berhasil. "Oke, kita buka blog Ibu, ya?" nah..Dira mulai bekerja sambil menjelaskan ini-itu; tapi aku susah nyambungnya, hehe. Pengaruh "U" kali ya? Kujelaskan pada si gadis ini apa mauku, harapanku, desain blogku. Tapi...Dira mau pulang, dia enggak bisa berlama-lama membantuku si gaptek ini, hiks. Masa, sih? aku harus memaksanya? enggak, ah! Dia juga perlu istirahat. Emang aku? wonder woman setengah jadi; tapi bukan jadi-jadian, ya! Akhirnya, aku kembali turun ke ruanganku, menemui komputer jadulku. Keadaan masih sama saja, tak berubah. Menyerah? enggak, ah. Kukeluarkan si Cepi-ku yang baterenya mulai sekarat (ma'af Cep, terpaksa nih, sabar ya?). Aku ulang download templet yang sudah tersimpan di komputer jadul tadi, berhasil. Nah, sekarang buka blog. Lho? ha? kok enggak bisa ya?. Cari lagi, lho? kemana si blog? walaaahh...si Cepi tercinta sudah menjerit-jerit sekarat, baterenya hanya tinggal beberapa persen. Hiks, akhirnya aku rela memadamkan si Cepi. Gagal maneh, bro! hiks...hiks..hhwwwaaaa...!!! Akhirnya, aku kembali ke komputer jadulku, menulis ini. Baiklah, jika nanti kalian menemukan tampilan baru pada blog-ku, itu hasil kerja keras, ya? kerja keras seorang yang gaptek, untuk bisa menampilkan yang terbaik. Semangat! semangat! ganbate! merdeka! byee..byee..tuh kan, tadinya mau upload foto, enggak bisa juga, hiks. Ah sutrahlah, dadadada....

Jumat, 08 Maret 2013

HALLO! HERE I AM

Assalamu'alaikum fren! miss u all ;) Hallluuu...dah lame tak besue, hehehe. Apa kabar mas, mbak, adik, tercayank? Apa yang mau ditulis, ya? oke, baiklah ini ada sekilas info, hmm..hmm.. Setelah sekian lama menulis, baru awal Maret ini saya punya sebuah novel, judulnya "Menjemput Impian di Keukenhof" Cerita tentang apa itu, ya? sekilas novel itu bercerita tentang seorang pemuda yang susah payah mencapai cita-citanya dan juga mencari si tulang rusuk yang hilang. Cerita yang enggak basi dan juga enggak standart lho (hehe, promosi nih! :), hmmm..). Lho, kenapa gitu? iya..karena sang pemuda yang terdampar di dua negara berbeda, walau akhirnya dia harus pulang kembali ke Indonesia. Setting lokal (Medan) terasa banget, tapi tetap ada suasana internasional di sana. Jadi, MIK (Menjemput Impian di Keukenhof)ada yang bilang setting lokal berasa Internasional, keren ken? Oke, baiklah. Jika mau pesan silakan ke famindonesia.co.id atau sms ke Aliya Nurlela (Sekjen FAM Indonesia, Manajer FAM Publishing) 081259821511. Harga Rp. 49.000,- sebelum ongkir. Insya Allah puas deeeh mbacanya, sangat inspiratif. Ayo fren! semangat! :)

Jumat, 28 Desember 2012

LIBURAN KE PULAU PENANG Pulau Penang di Malaysia adalah salah satu tempat menarik untuk dikunjungi. Selain alamnya yang indah, menjelajahi Pulau penang tidak membutuhkan waktu yang lama, karena Pulau ini keciL, dengan luas ........(hmmm...ntar, cari data dulu ya? Hehehe). Untuk mengelilingi kota dan tempat-tempat menarik, anda dapat menggunakan jasa taxi yang disewa perjam. Harganya bervariasi, antara RM 25 sampai RM 40 per jam. Tapi ingat, jangan menggunakan taxi gelap, ya?. Taxi legal itu berwarna merah, sementara taxi gelap biasanya mobil biasa yang supirnya memelihara janggut putih (untuk berjaga-jaga, karena kita adalah turis). Biasanya, ada tulisan di taxi tidak diadakan tawar menawar. Tapi, ternyata tawar menawar itu sah saja, jadi lakukan dahulu transaksi sebelum anda memutuskan untuk menggunakan armada ini. Jika anda ingin bertualang dan punya waktu cukup, menggunakan jasa rapid (bus) jauh lebih menarik. Anda dapat mengetahui jalur rapid melalui peta yang biasanya tersedia di taxi atau bandara. Belanja, adalah bagian dari perjalanan liburan. Di Pulau Penang, ada beberapa tempat menarik yang dapat kita kunjungi untuk memenuhi hasrat belanja. Diantaranya adalah: 1. Queensbay. Plaza ini terletak di pinggir pantai dengan pemandangan yang sangat indah. Dari Plaza Queensbay, anda dapat memandang jembatan Penang dari kejauhan. Di tepi pantai juga tersedia kursi-kursi panjang yang dapat anda gunakan sebagai tempat istirahat setelah lelah berkeliling untuk berbelanja. Di Plaza ini tersedia barang-barang branded dengan kwalitas bagus. Produk-produk kerajinan juga ada dijual di sini, tas bagus hasil kerajinan tangan dibandrol seharga RM 50. Produk Vincci juga selalu ada sale di sini. Tapi jangan lupa untuk selalu menanyakan program-program sale dari toko. Karena biasa mereka selalu memberi discount untuk pembelian kedua dan berikutnya. 2. Prangin Mall. Mall ini terletak di Komtar, di tengah kota Penang. Jika anda melakukan perjalanan menggunakan Rapid (bus). Seluruh armada Rapid akan menuju Komtar karena di basment gedung adalah stasiun Rapid. Jangan bayangkan seperti stasiun bus di Indonesia, karena stasiun ini bersih dan rapi, bebas dari pedagang asongan ataupun pengamen. Anak saya mengatakan, stasiun Rapid sangat elegan. Di Perangin Mall, anda dapat membeli aneka produk. Berbagai merk branded ada di sini, juga termasuk toko Vincci yang menjadi favorit turis Indonesia. Tapi untuk kelengkapan dan trend mode, Queensbay masih lebih bagus. Untuk mendapatkan Tas fashion, anda dapat mengunjungi butik QQ. Tas di sini dibandrol mulai RM 29 sampai dengan RM 95, masih terjangkau kantong turis Indonesia. Jika anda kekurangan ringgit, di lantai dasar Mall anda akan menemukan Money Changer yang siap membantu. Di Mall ini anda juga banyak mendapatkan aneka souvenir khas Penang. Tapi saya tidak menyarankan anda untuk membelinya di sini, karena harganya sangat tinggi. 3. Penang Road. Masih di sekitar Komtar. Anda dapat menuju ke belakang gedung dan melewati jembatan penyeberangan yang cukup tinggi. Di sinilah, anda dapat membeli berbagai aneka buah tangan untuk oleh-oleh. Mulai dari gantungan kunci, topi, tas, T shirt, mancis, dll. Di sini, sama seperti pasar tradisional Indonesia. Anda dapat melakukan tawar menawar, jika tidak cocok anda boleh pindah ke tempat yang lain. Untuk gantungan kunci dijual per setengah lusin dan dibandrol mulai RM 5 sampai dengan RM 15. Sementara di Perangin Mall, harga gantungan kunci dijual seharga RM 3,9 satu buah. T shirt mulai harga RM 9 s/d RM 20, tergantung kwalitas kain. Jangan heran, di sini juga kita banyak mendapati daster batik seperti yang dijual di Indonesia. Jangan lupa, belanja di sini sama saja dengan belanja di prasar tradisional Indonesia. Tawar menawar berlaku sengit, dan anda adalah raja. Jadi, jangan takut untuk menawar serendah mungkin, ya?. 4. Mydin. Supermarket yang terletak di Penang Road. Di sini anda dapat membeli aneka asesoris. Mulai dari pin, kalung, gelang, dll. Koleksi pin yang cukup banyak pasti membuat anda bingung. Disarankan untuk benar-benar selektif sebelum membeli, pilih dengan tenang dan jangan emosional. Shoping memang menyenangkan, apalagi itu dilakukan di negara lain. Karena semua terasa berbeda. Tapi anda harus hati-hati menggunakan uang anda. Nilai mata uang yang berbeda sering membuat kita terkecoh. Kita pikir RM 100 itu murah, padahal sudah Rp. 300.000 lebih. Ada baiknya anda jeli menghitung. Jika menawar barang, cocokkan dengan mata uang kita. Jika anda menawar harga T shirt senilai RM 15, itu sama dengan Rp. 45.000, masih wajar. Jika penjual bertahan dengan harganya, anda cukup menaikkan penawaran RM 1 saja, jangan langsung anda naik menjadi RM 20. Ah...sepertinya, ibu-ibu pasti jago urusan tawar menawar, ya?. Oke sista, happy nice trip and happy shoping time.

Selasa, 25 Desember 2012

BELANJA DI PULAU PENANG

LIBURAN KE PULAU PENANG Pulau Penang di Malaysia adalah salah satu tempat menarik untuk dikunjungi. Selain alamnya yang indah, menjelajahi Pulau penang tidak membutuhkan waktu yang lama, karena Pulau ini keciL, dengan luas ........(hmmm...ntar, cari data dulu ya? Hehehe). Untuk mengelilingi kota dan tempat-tempat menarik, anda dapat menggunakan jasa taxi yang disewa perjam. Harganya bervariasi, antara RM 25 sampai RM 40 per jam. Tapi ingat, jangan menggunakan taxi gelap, ya?. Taxi legal itu berwarna merah, sementara taxi gelap biasanya mobil biasa yang supirnya memelihara janggut putih (untuk berjaga-jaga, karena kita adalah turis). Biasanya, ada tulisan di taxi tidak diadakan tawar menawar. Tapi, ternyata tawar menawar itu sah saja, jadi lakukan dahulu transaksi sebelum anda memutuskan untuk menggunakan armada ini. Jika anda ingin bertualang dan punya waktu cukup, menggunakan jasa rapid (bus) jauh lebih menarik. Anda dapat mengetahui jalur rapid melalui peta yang biasanya tersedia di taxi atau bandara. Belanja, adalah bagian dari perjalanan liburan. Di Pulau Penang, ada beberapa tempat menarik yang dapat kita kunjungi untuk memenuhi hasrat belanja. Diantaranya adalah: 1. Queensbay. Plaza ini terletak di pinggir pantai dengan pemandangan yang sangat indah. Dari Plaza Queensbay, anda dapat memandang jembatan Penang dari kejauhan. Di tepi pantai juga tersedia kursi-kursi panjang yang dapat anda gunakan sebagai tempat istirahat setelah lelah berkeliling untuk berbelanja. Di Plaza ini tersedia barang-barang branded dengan kwalitas bagus. Produk-produk kerajinan juga ada dijual di sini, tas bagus hasil kerajinan tangan dibandrol seharga RM 50. Produk Vincci juga selalu ada sale di sini. Tapi jangan lupa untuk selalu menanyakan program-program sale dari toko. Karena biasa mereka selalu memberi discount untuk pembelian kedua dan berikutnya. 2. Prangin Mall. Mall ini terletak di Komtar, di tengah kota Penang. Jika anda melakukan perjalanan menggunakan Rapid (bus). Seluruh armada Rapid akan menuju Komtar karena di basment gedung adalah stasiun Rapid. Jangan bayangkan seperti stasiun bus di Indonesia, karena stasiun ini bersih dan rapi, bebas dari pedagang asongan ataupun pengamen. Anak saya mengatakan, stasiun Rapid sangat elegan. Di Perangin Mall, anda dapat membeli aneka produk. Berbagai merk branded ada di sini, juga termasuk toko Vincci yang menjadi favorit turis Indonesia. Tapi untuk kelengkapan dan trend mode, Queensbay masih lebih bagus. Untuk mendapatkan Tas fashion, anda dapat mengunjungi butik QQ. Tas di sini dibandrol mulai RM 29 sampai dengan RM 95, masih terjangkau kantong turis Indonesia. Jika anda kekurangan ringgit, di lantai dasar Mall anda akan menemukan Money Changer yang siap membantu. Di Mall ini anda juga banyak mendapatkan aneka souvenir khas Penang. Tapi saya tidak menyarankan anda untuk membelinya di sini, karena harganya sangat tinggi. 3. Penang Road. Masih di sekitar Komtar. Anda dapat menuju ke belakang gedung dan melewati jembatan penyeberangan yang cukup tinggi. Di sinilah, anda dapat membeli berbagai aneka buah tangan untuk oleh-oleh. Mulai dari gantungan kunci, topi, tas, T shirt, mancis, dll. Di sini, sama seperti pasar tradisional Indonesia. Anda dapat melakukan tawar menawar, jika tidak cocok anda boleh pindah ke tempat yang lain. Untuk gantungan kunci dijual per setengah lusin dan dibandrol mulai RM 5 sampai dengan RM 15. Sementara di Perangin Mall, harga gantungan kunci dijual seharga RM 3,9 satu buah. T shirt mulai harga RM 9 s/d RM 20, tergantung kwalitas kain. Jangan heran, di sini juga kita banyak mendapati daster batik seperti yang dijual di Indonesia. Jangan lupa, belanja di sini sama saja dengan belanja di prasar tradisional Indonesia. Tawar menawar berlaku sengit, dan anda adalah raja. Jadi, jangan takut untuk menawar serendah mungkin, ya?. 4. Mydin. Supermarket yang terletak di Penang Road. Di sini anda dapat membeli aneka asesoris. Mulai dari pin, kalung, gelang, dll. Koleksi pin yang cukup banyak pasti membuat anda bingung. Disarankan untuk benar-benar selektif sebelum membeli, pilih dengan tenang dan jangan emosional. Shoping memang menyenangkan, apalagi itu dilakukan di negara lain. Karena semua terasa berbeda. Tapi anda harus hati-hati menggunakan uang anda. Nilai mata uang yang berbeda sering membuat kita terkecoh. Kita pikir RM 100 itu murah, padahal sudah Rp. 300.000 lebih. Ada baiknya anda jeli menghitung. Jika menawar barang, cocokkan dengan mata uang kita. Jika anda menawar harga T shirt senilai RM 15, itu sama dengan Rp. 45.000, masih wajar. Jika penjual bertahan dengan harganya, anda cukup menaikkan penawaran RM 1 saja, jangan langsung anda naik menjadi RM 20. Ah...sepertinya, ibu-ibu pasti jago urusan tawar menawar, ya?. Oke sista, happy nice trip and happy shoping time.

Senin, 01 Oktober 2012

CERPEN


ELEGI KATA
Rahimah Ib
           
            Angin sepoi menampar wajah pekat perempuan setengah baya yang sedang tergopoh menuju padang ilalang diujung kampung. Diangkat kainnya tinggi-tinggi agar langkah bisa diayunnya jauh-jauh, matanya merah saga, dadanya bergemuruh marah, giginya gemeretuk.
Beberapa orang yang dijumpai membuang pandang, tahu pada perempuan yang marah dan tak elok disapa, akan membuat suara perempuan ini pecah membuncah, meledak sampai kelangit.
Keluar kau anak jadah!, tak tau adat!! pecah suara perempuan itu, seperti petir. Dari dalam semak ilalang, muncul sepasang kepala.
Apa yang kau kerjakan dalam semak-semak anak syetan?, tak tau malu! membuat onar! Benar-benar kau anak jadah!. Perempuan itu terus merepet, si anak dara berwajah muda belia itu pias.
Aku hanya duduk-duduk Mak, menemani Bang Zami menunggui lembu pulang, gadis muda belia mencoba membela diri, pemuda pekat yang ada disampingnya pias tak berdarah.
Apa kau bilang? menunggu jantan ini menunggui lembunya pulang? dasar anak durjana, pandai sekali kau membohongi aku ibumu, darimana kau dilahirkan? dari lembu-lembu itu? dasar anak syetan tak tau adat!!,” bukan main marahnya perempuan paruh baya ini. Ditariknya tangan si anak dara kuat-kuat, seakan tangan halus itu terbuat dari baja.
 Pulang!!! Akan kau dapati pelajaran sesampainya di rumah.Si anak dara, Syarifah namanya turut bagai lembu dicucuk hidung. Si pemuda, Zamzami namanya diam tanpa daya bagai patung batu, tak bergerak.
Syarifah berjalan pasrah mengikuti langkah ibunya yang panjang-panjang, ia setengah berlari. Betapa ia sudah dapat merasakan aroma penghinaan dari ibunya, sumpah serapah, mulut ibunya sangat cepat bergerak, sama cepatnya ketika ia mengunyah sirih. Syukur jika tangan ibunya tak hinggap ke pipinya.
Syarifah sungguh tak mengerti, benarkah aku dilahirkan dari rahimnya?. Benarkah perempuan paruh baya ini adalah ibunya?. Bagaimana Syarifah harus ragu?, sejak kecil ia sudah bersama perempuan ini, disayang dimanja sampai semua berubah ketika ia menginjak masa remaja.

***

            Perempuan paruh baya itu memandang langit bertabur bintang, alangkah indahnya. Matanya tak berkedip seakan menghitung jumlah bintang, layaknya anak yang mendapat tugas guru belajar berhitung. Mata perempuan itu panas menahan air yang hampir tumpah, betapa ia selama ini hidup dalam kesalahan yang tak berujung.
 Ia, perempuan yang terbuang. Terbuang dari keluarga dan masa depan, terbuang dari atas nama kebahagiaan, terbuang dari apa yang pernah ia cita-citakan. Masih terngiang perkataan ayahnya pada satu waktu “ Janganlah kau keluar malam-malam Aisyah, tak baik anak dara ada dalam gelap,Ayah duduk di beranda rumah sambil membaca kitab, menasehati anak dara yang sering didapatinya keluar menembus gelap.
Aku tidak kemana-mana, Ayah. Aku ke rumah Asmidar mengerjakan tugas Sekolah, jawab perempuan itu mencoba meyakinkan.
            Kau tahu, Aisyah?. Syetan itu sangat menyukai kegelapan. Gelap itu adalah malam, ketika kau ada dalam gelap itu, syetan akan mendampingimu. Keluarlah siang hari ke rumah Asmidar jika memang kau ingin mengerjakan tugas Sekolah.” Itu kata Ayah si perempuan.
            Tapi apa nyana?, malam selalu menggoda hatinya, indahnya orkes musik dangdut yang ada dalam pesta, hawa dingin dan angin laut yang menerpa, harum tubuh orang yang ada disekitarnya dan lelaki remaja yang menggoda. Perempuan ini tak mampu berakal sehat, mengabaikan titah Ayah yang sangat menyintainya.    
            Gejolak masa remaja benar-benar meluluh lantakkan akal sehatnya, tak mampu ia bertarung melawan nafsu remaja. Maka ia akan sering keluar dari jendela, melepas jilbab dan mengurai rambutnya, ia akan larut bersama teman sebaya.
            Tahukah Ayah Ibu tercinta?, tidak! Ia akan rapat mengunci pintu kamarnya, menghidupkan tape bermusik kasidah dengan suara pelan dan sayup, seakan ia telah ditidurkan alunan itu. Hingga kemudian ia bertemu dengan Asiong, pemuda sipit yang kaya dan putih licin. Pemuda yang kemudian merayunya, mengajaknya terbang kebulan, menjanjikan keindahan tapi kemudian dihancurkan, dicampakkan, dipijak-pijak tak berdaya tanpa harga.
            Perempuan itu sujud di kaki Ayah memohon ampun, menghiba dan merintih ketika ia merasakan ada nyawa dalam perutnya. Tapi apa daya?, Ayah cukup kuat bertahan dalam pendiriannya. Kata-katanya sangat datar dan masih terngiang sampai sekarang.
             “Pergilah kau bawa tubuh najismu, tak sudi aku beranakkan engkau. Kau telah menodai garis keturunanku. Kau tahu Aisyah?, najismu akan turun beranak pinak, aku tak ingin itu.” Lelaki itu mengucapkan dengan kelu, tak peduli pada anak perempuannya yang meraung mohon ampun.
              “Ibu... ampuni aku....,” kini ia beralih pandang kepada Ibu yang duduk membatu disamping Ayahnya.
              Kami memberimu nama Aisyah , dengan harapan kau akan menjadi wanita indah seperti istri Rasul, wanita shalehah. Kau diberi pengajaran agama yang cukup, kau sholat, kau mengaji. Tapi syetan lebih berperan dalam darahmu, pulanglah kau kepada syetanmu. Tak sudi aku mendekat kepadamu.....,” air mata Ibu jatuh berderai-derai menandakan betapa hancurnya ia, tapi ia tetap duduk disamping Ayah, sama-sama membatu. Ayah perempuan itu  memberi kata penutup.
             Pergilah malam ini juga, bawa apa yang kau rasa perlu. Darahku ada dalam tubuhmu, tapi malam ini juga aku putuskan hubungan darah itu, pergilah. Jika kau masih ingin hidup, berjuang untuk hidupmu. Jika kau ingin mati, matilah yang wajar jika memang sampai waktu malaikat menjemputmu,” Ayah beranjak pergi menuju kamarnya. Tak ada yang bisa dilakukan perempuan itu selain tangis yang berkepanjangan, sesal tak berujung.
            Mulailah perempuan ini dengan hidupnya, terasing dalam sebuah kampung entah berantah. Mengaku kepada kepala kampung bahwa ia kematian suami, sehingga harus menanggung hidup sendiri dengan perut yang semakin membesar. Tak lagi ia membayangkan Asiong yang sudah mendapatkan perempuan barunya, kepada Ayah Ibu yang murka.
            Betapa ia  harus hidup sendirian, mengupas kerang, mengutip kelapa, mencungkil kopra untuk menyambung hidupnya. Tak ada lagi kamar hangat di rumah Ayah, yang ada hanya gubuk ditengah kebun kopra milik Haji Jali kepala kampung yang baik hati itu. Betapa pedih ketika ia harus meregang nyawa mengeluarkan orok yang seharusnya tak ada, dibantu Mak Jiah si dukun beranak. Suaranya melolong seperti anjing ditengah kebun kopra, lolongan yang penuh benci dan sesal tak berujung.
            Gadis kecil itu berkulit kuning gading, bermata sipit dan berambut lurus. Betapa rupanya menimbulkan cinta perempuan ini pada anak yang tak pernah diharapkannya. Di rawatnya sepenuh jiwa, disusui sepenuh cinta, disayang sepenuh manja. Tak ada yang kurang dirasa. Si Gadis kecil tumbuh remaja, ngiang-ngiang titah si Ayah terus merajai pikiran perempuan ini.
            Si gadis yang beranjak tumbuh remaja, Syarifah namanya, tak bisa berbuat apa-apa karena wajah Ibu yang penuh curiga. Mulailah perempuan ini hidup dengan sumpah serapahnya, siang malam. Syarifah akan meringkuk sepanjang malam dalam tanda tanya “ Oh..Ibu, seburuk itukah aku dalam pikiran dan bahasamu?.”

***
           
            Angin terasa kuat malam ini, agaknya gelombang laut akan tinggi. Perempuan paruh baya ini masih berdiri dipintu dengan jiwa resah tak terperi, anak gadis remajanya belum juga pulang. Malam semakin pekat, angin semakin kuat, dimana gadis itu berada?.
            Di ujung ladang menunggui Zami dengan lembunya?, tak mungkin, hari sudah gelap. Angin terasa menusuk tulang, dimana anak itu?, kemana harus dicari?, semakin berdenyut kepala perempuan ini. Ia mengupat dalam hati, menyumpahi anak gadisnya yang belum pulang, benar-benar perempuan ini lupa berkata bijak layaknya ibu bagi anaknya.
            Dari dalam gelap, muncul bayangan sepasang manusia. Perempuan itu menyipitkan matanya, berharap bayangan itu nampak jelas, dia tahu sekarang.....
              “Anak syetan!! Dari mana kau, haaa?, tak tahu diri! Berdua dalam gelap, anak jadah!, mulailah ia menyumpahi gadis itu, Syarifah.
             Aku memang anak syetan Mak!, aku anak jadah!, teruslah Emak sumpahi aku, sepanjang hari sepanjang waktu...,”tangis Syarifah pecah dibawa angin, ia belum pernah membantah Ibunya selama ini. Ia selalu menerima segala sumpah serapah itu, walau sakit dan pedih. Apakah Ibunya  tidak sadar akan semua perkataannya yang akan menjadi do’a?. Perempuan itu tertegun, melempar pandang pada pemuda yang ada disamping anak gadisnya, matanya menyipit, marah.
            Kau..Zami, apa maumu ha? Kemana kau bawa Syarifah?.” Suara perempuan itu semakin meninggi saja, Zami tak menjawab, lidahnya terasa kelu, tak mampu ia berkata. Bagi Zamzami, perempuan ini sangat menyeramkan, layaknya separuh hantu.
             Aku sudah ternoda Mak....aku hancur..!,” lirih  suara Syarifah. Perempuan itu terpekik, melotot dan tercekat sampai ke ulu hati.
             Tapi aku ingin menikahinya Ibu, aku sungguh......” belum selesai Zami berkata-kata, perempuan itu melompat-lompat bagai orang gila. Ia meraung-raung pilu.
              “Oh Ayahku sayang..... kau benar, aku hancur, anakku hancur, dan cucuku nanti juga akan hancur. Oh Ayah... kapan aku membersihkan darah keturunanmu. Oh Ayah... aku sudah membuka lembaran keturunan penzina. Oh Ayah... ampuni aku, ya Allah... ampuni aku, tolong akuuuu....” perempuan itu meratap-ratap, menarik-narik bajunya, berhamburan rambutnya.
            Syarifah menangis dalam takut, Zami terpaku bingung dalam sesal, dalam tanda tanya ibarat laut tak bertepi. Dari jauh azan Isya terdengar sayup berkumandang, perempuan itu berdiri seakan ingat sesuatu.
              “ Ya Allah... aku mau sholat! Aku mau sholat!...” ia berlari kebelakang rumah menuju perigi. Terdengar suaranya terus menyebut Asma Allah yang tak pernah disebut sebelumnya, terkadang lirih, terkadang menjerit-jerit.
            Syarifah semakin takut, apakah Ibunya  akan gila?. Syarifah menangis teramat sangat pilunya, tangisan mereka bersahut-sahutan. Zamzami duduk tepekur, menyesal….
Desember 11, untuk Ibu di seluruh dunia…