Rabu, 27 Maret 2013

"ANDAI ALQUR'AN BERBICARA" (MT. FATHIYATUL HUDA)

 

Puisi Hati
ANDAI AL-QUR’AN “BERBICARA”
(MT. FATHIYATUL HUDA)
Waktu Engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku, kau sentuh aku dalam keadaan suci. Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari.
Aku, engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi kepadaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…?
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu. Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali, hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertakwa
Kini aku lebih banyak tersingkir dibiarkan dalam kesendirian dalam  kesepian.
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan
Dulu..pagi-pagi, surat-surat yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya, aku kau baca beramai-ramai bersama teman-temanmu di surau
Sekarang, pagi-pagi sambil minum kopi engkau baca koran atau nonton berita. Waktu senggang engkau sempatkan membaca buku karangan manusia. Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang dating dari Allah Yang Maha Perkasa engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…
Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca kata pembuka surat-suratku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati music duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku kadang kau abaikan
Yang kau simpan E-mail yang berisi gambar tak wajar atau kalimat-kalimat kasar
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan berjam-jam menonton Liga Italia, film dan sinetron laga
Waktupun cepat berlalu, aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu, dilapisi abu, dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali, itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yangtidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku
Apakah koran, TV, radio, computer, dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau dikubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba engkau akan diperiksa malaikat
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu…!
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…dikuburmu nanti…aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan yang akan membantu engkau membela diri, dan senantiasa setia menemani dan melindungimu dalam perjalanan di akhirat nanti.
Peganglah aku lagi…bacalah kembali aku setiap hari, karena ayat-ayat yang ada padaku adalaha yat suci yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui. Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad rasulullah SAW
Sentuhlah aku kembali…
Bacalah…dan pelajarilah aku lagi
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu..dulu sekali…
Jangan aku engkau biarkan sendiri…
Dalam bisu dan sepi…
*Disebar oleh blogsbunda


 

Selasa, 26 Maret 2013

PEMUDA KEREN

Masih pagi, tapi suasana sekolah sudah mulaI ramai. Seperti biasa, aku memilih sarapan di sekolah daripada di rumah. Bukan apa-apa, ketika pagi aku selalu berpacu dengan waktu, jika telat berangkat maka bersiap-siaplah menghadapi macet. Anak-anak dan suami tentu sudah sarapan,mereka adalah prioritas. Aku lebih konsentrasi mempersiapkan semua; memasukkan semua peralatan keseharian ke mobil. Mulai dari tas ngaji si bungsu, pakaian ganti dan seragam madrasahnya juga bekal makan siang. Tak ketinggalan tas segala macam charger dan si Cepi (note book tercinta) tentu saja.
Seperti biasa, jika sarapan terlalu siang aku juga akan kleyengan alias pusing. Makanya, begitu sampai aku langsung sarapan. Menu andalan adalah segelas cappuccino dan sepotong roti bakar; menu yang membuat berat badan cepat naik . Tapi, pagi ini ada sesuatu yang lain. Seorang siswa berseragam abu-abu muncul di ruang guru. Kulitnya coklat, bermata terang dan bertubuh gempal. Dia membawa plastic kresek hitam besar, wajahnya penuh semangat. Aneh, beberapa teman langsung mengerubunginya, seperti semut menghampiri gula. Duhaaai..ternyata si pemuda membawa bungkusan mie goreng yang disiram kuah pecal, eheemm.
“Ayo, Ibu sarapan…” yups! Bahasa yang santun, senyum yang mengembang tujuh senti. Aku ditawari teman ambil satu bungkus. Si pemuda menyiram mie yang bungkusannya sudah kupegang dengan senang.
“Kamu yang jualan?” tanyaku basa-basi, kan enggak mungkin si Lili yang jual, hihihi.
“Iya, Bu”
“Calon orang sukses, nih!”
“Iya, Bu. Wira usaha, hehe,”
“Mie-nya enak. Salam buat ibu kamu, ya?”
“Iya, Bu.”
“Jangan malu dagang, ya? Yang kaya tuh pedagang, bukan pegawai,” lho? Basi banget, kan dia memang enggak malu, heleehh
“Amiin, makasih Ibu,” kembali bibir itu mengembang, kali ini malah sepuluh senti.
Sementara ia melayani kami, para guru. Aku terus memperhatikannya (sambil makan). Pemuda yang luar biasa, tidak malu atau gengsi. Alangkah bahagia orangtua yang telah membesarkannya. Memiliki seorang anak yang berjuang untuk masa depannya, hidup yang telah ditulis berupa skema sistematis dan perencanaan yang matang. Jujur, wajah coklat itu sangat terang benderang. Aura terpancar dari sebuah ketulusan, rasa syukur dan kasih sayang. Seorang pemuda keren dari SMA Darussalam, ah! Aku tak sempat bertanya siapa namanya. Aku terpesona.

Jumat, 22 Maret 2013

KISAH BLOG HARI INI

Siang menjelang sore, hari Jum'at, teman-teman kantor sudah pulang dan jadwalnya beristirahat. But what about me?, yeeeaaa....! aku harus stay sampe sore, nungguin si bungsu pulang Madrasah. Hmmm...baiklah, its oke dan aku menikmati rutinitasku. Pergi gelap awal, dan pulang gelap kemudian. Apa yang kulakukan untuk mengisi waktu? (hari ini tugas agak lengang, jadi bisa santai sebentar). Oke, agaknya aku perlu membenahi blog yang teramat sangat sederhana ini. Haii..aku mulai browser cari templet yang keren dan olaalaa..dapat, bro! Nah, mulai deh cari templet yang agaknya "aku" banget, download dan ngikutin instruksi dari blog teman yang keren dan bisa bantu "ngajarin". But? hiks..:( waktu mau edit HTML, di klik enggak bisa-bisa. Dasar! komputer jadul (sorry). Lima belas menit dicoba enggak juga bisa, menyerah bukan tipeku. Baiklah, kulangkahkan kaki ke lantai tiga tempat lab komputer berada. Alhamdulillah, di siang yang sunyi masih ada guru TIK. Aku bersyukur dan nongkrong sebentar di lab yang full AC dan nyaman. Aku mulai merengek-rengek pada Dira yang sedang desain brosur penerimaan siswa baru. "Bantu saya ya, Dira?" "Ada apa, Bu?" "Bantu saya benahin blog, masa sih? udah dua tahun lebih masih gitu-gitu aja. Ketahuan kalo saya ini gaptek, hehehe.." kupasang wajah memelas, berhasil. "Oke, kita buka blog Ibu, ya?" nah..Dira mulai bekerja sambil menjelaskan ini-itu; tapi aku susah nyambungnya, hehe. Pengaruh "U" kali ya? Kujelaskan pada si gadis ini apa mauku, harapanku, desain blogku. Tapi...Dira mau pulang, dia enggak bisa berlama-lama membantuku si gaptek ini, hiks. Masa, sih? aku harus memaksanya? enggak, ah! Dia juga perlu istirahat. Emang aku? wonder woman setengah jadi; tapi bukan jadi-jadian, ya! Akhirnya, aku kembali turun ke ruanganku, menemui komputer jadulku. Keadaan masih sama saja, tak berubah. Menyerah? enggak, ah. Kukeluarkan si Cepi-ku yang baterenya mulai sekarat (ma'af Cep, terpaksa nih, sabar ya?). Aku ulang download templet yang sudah tersimpan di komputer jadul tadi, berhasil. Nah, sekarang buka blog. Lho? ha? kok enggak bisa ya?. Cari lagi, lho? kemana si blog? walaaahh...si Cepi tercinta sudah menjerit-jerit sekarat, baterenya hanya tinggal beberapa persen. Hiks, akhirnya aku rela memadamkan si Cepi. Gagal maneh, bro! hiks...hiks..hhwwwaaaa...!!! Akhirnya, aku kembali ke komputer jadulku, menulis ini. Baiklah, jika nanti kalian menemukan tampilan baru pada blog-ku, itu hasil kerja keras, ya? kerja keras seorang yang gaptek, untuk bisa menampilkan yang terbaik. Semangat! semangat! ganbate! merdeka! byee..byee..tuh kan, tadinya mau upload foto, enggak bisa juga, hiks. Ah sutrahlah, dadadada....

Jumat, 08 Maret 2013

HALLO! HERE I AM

Assalamu'alaikum fren! miss u all ;) Hallluuu...dah lame tak besue, hehehe. Apa kabar mas, mbak, adik, tercayank? Apa yang mau ditulis, ya? oke, baiklah ini ada sekilas info, hmm..hmm.. Setelah sekian lama menulis, baru awal Maret ini saya punya sebuah novel, judulnya "Menjemput Impian di Keukenhof" Cerita tentang apa itu, ya? sekilas novel itu bercerita tentang seorang pemuda yang susah payah mencapai cita-citanya dan juga mencari si tulang rusuk yang hilang. Cerita yang enggak basi dan juga enggak standart lho (hehe, promosi nih! :), hmmm..). Lho, kenapa gitu? iya..karena sang pemuda yang terdampar di dua negara berbeda, walau akhirnya dia harus pulang kembali ke Indonesia. Setting lokal (Medan) terasa banget, tapi tetap ada suasana internasional di sana. Jadi, MIK (Menjemput Impian di Keukenhof)ada yang bilang setting lokal berasa Internasional, keren ken? Oke, baiklah. Jika mau pesan silakan ke famindonesia.co.id atau sms ke Aliya Nurlela (Sekjen FAM Indonesia, Manajer FAM Publishing) 081259821511. Harga Rp. 49.000,- sebelum ongkir. Insya Allah puas deeeh mbacanya, sangat inspiratif. Ayo fren! semangat! :)